Akar tradisi ogoh-ogoh dapat ditelusuri hingga zaman pra-Hindu di Bali. Pada masa itu, masyarakat Bali mengenal ritual "mecaru" untuk mengusir roh jahatRitual ini melibatkan pembuatan boneka-boneka dari jerami dan dedaunan yang kemudian diarak keliling desa dan dibaka
| Bentuk ogoh-ogoh yang kita kenal sekarang mulai berkembang sekitar tahun 1980-an. |
Awalnya, ogoh-ogoh dibuat sederhana dari bahan-bahan alami seperti bambu dan jerami. Seiring waktu, ogoh-ogoh semakin kompleks dengan penggunaan bahan styrofoam, fiberglass, dan cat yang mencolok.
Perkembangan ogoh-ogoh juga diiringi dengan perubahan makna. Dari simbol roh jahat, ogoh-ogoh kini menjadi media untuk mengekspresikan kreativitas dan kritik sosial. Tema ogoh-ogoh semakin beragam, mulai dari cerita mitologi, isu sosial, hingga fenomena politik terkini.

KEREEENNN ABISSS
BalasHapus